Analisis Fraud Hexagon terhadap Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan di Indonesia

dc.contributor.authorSyahlaa, Amalia Bilqiis
dc.date.accessioned2026-09-21T08:41:01Z
dc.date.available2026-09-21T08:41:01Z
dc.date.issued2024-02-22
dc.description.abstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi fraud hexagon pada kecurangan laporan keuangan. Variabel independen yang diuji dalam penelitian ini adalah Financial Stability, Director Change, Audit Fee, E-Procurement, Change in Audit Committee, Whistleblowing System, Innefecytive Monitoring, Government Ownership, CEO Education, dan CEO Military. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Fraudulent Financial Statement dengan menggunakan analisis fraud hexagon. Teknik pengujian statistik yang digunakan adalah metode regresi logistik. Penelitian ini menggunakan perusahaan sektor consumer non-cyclicals dan consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2022. Sampel pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total 152 perusahaan yang sesuai dengan kriteria, sehingga terdapat 456 data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Governement Ownership berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. sedangkan Financial Stability, Director Change, Audit Fee, E-Procurement, Change in Audit Committee, Whistleblowing System, Innefective Monitoring, CEO Education, dan CEO Military tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
dc.identifier.urihttps://repository.tsm.ac.id/handle/123456789/843
dc.publisherSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti
dc.titleAnalisis Fraud Hexagon terhadap Kecurangan Laporan Keuangan pada Perusahaan di Indonesia
dc.typeThesis
Files
Collections