Akuntansi Keuangan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Akuntansi Keuangan by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 26
Results Per Page
Sort Options
- ItemSTRUKTUR KEPEMILIKAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2023-11-23) Cornelius, EkkyPenelitian ini bertujuan untuk menyediakan bukti empiris tentang struktur kepemilikan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas, leverage, likuiditas, firm size, capital structure, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, pertumbuhan perusahaan, dan total asset turn over (TATO). Variabel dependen dari penelitian ini adalah nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan data populasi perusahaan-perusahaan manufaktur yang berturut-turut terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk memilih sampel data, menghasilkan 31 perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan multiple regression method untuk menguji hipotesis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, kepemilikan institusional, dan kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sementara variabel lain seperti leverage, likuiditas, firm size, capital structure, pertumbuhan perusahaan, dan total asset turn over (TATO) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- ItemPENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-02) Putri, Desma MahliaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variabelvariabel independen ukuran perusahaan, profitabilitas, struktur modal, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, pertumbuhan perusahaan, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Didalam penelitian ini, nilai perusahaan diukur dengan menggunakan price to book value (PBV). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor consumer noncyclicals dan consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 sampai dengan 2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan total data yang digunakan sebanyak 183 data. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Variabel lainnya seperti struktur modal, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, karena tidak dapat memastikan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan perusahaan yang tinggi atau perusahaan yang sedang berkembang belum tentu bisa memastikan akan perolehan laba dimasa yang akan datang.
- ItemPENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-06) Wijaya, AmeliaPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris mengenai adanya pengaruh variabel independen (intellectual capital, institutional ownership, managerial ownership, operating capacity, profitability, liquidity, leverage, dan firm size) terhadap variabel dependen (financial distress). Dengan objek penelitian perusahaan Cyclical dan Non Cyclical yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 sampai dengan 2022. Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengambilan sampel dalam penelitian ini diperoleh 80 perusahaan Cyclical dan Non Cyclical atau sebanyak 240 data sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dalam penelitian ini. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dan menganalisis data penelitian dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa intellectual capital, institutional ownership, managerial ownership, operating capacity, profitability dan firm size tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan, liquidity dan leverage berpengaruh signifikan positive terhadap financial distress.
- ItemPENGARUH PROFITABILITAS DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN NON-KEUANGAN DI INDONESIA(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-10) Wijaya, Vanessa NataliaNilai perusahaan adalah salah satu dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh investor. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti secara empiris terkait dengan pengaruh beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diukur dengan pengukuran Tobin’s Q. Penelitian ini juga memiliki variabel independen yang terdiri dari profitabilitas, struktur modal, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, likuiditas, dan kepemilikan institusional. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali sektor keuangan dalam periode 3 tahun, yaitu dari tahun 2020 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan purposive sampling method sebagai metode untuk pengambilan sampel dan metode regresi berganda untuk menganalisis data. Pada akhirnya, terdapat 65 perusahaan dengan 195 data yang lolos kriteria penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan profitabilitas memiliki nilai unstandardized coefficient sebesar 7,383 sehingga dapat disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan. Ini juga menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas sebuah perusahaan membuktikan bahwa sebuah perusahaan berjalan dengan baik, sehingga hal ini juga mempengaruhi pandangan investor terhadap sebuah perusahaan untuk diinvestasikan atau tidak. Dimana semakin tinggi profitabilitas sebuah perusahaan artinya juga semakin tinggi prospek dari perusahaan tersebut di masa yang akan datang dan meningkatkan nilai perusahaan. Sebaliknya struktur modal, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, likuiditas, dan kepemilkan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- ItemPENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN, KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA : KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI MODERASI(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-18) Anwar, AndrewTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh karakteristik perusahaan, kualitas audit dan kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi terhadap manajemen laba. Karakteristik perusahaan terdiri dari leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan. Penelitian ini menggunakan perusahaan consumer cyclicals dan consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2020 sampai 2022. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 171 data dari 57 perusahaan. Penelitian ini menggunakan regresi berganda dan data diolah menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan leverage, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil yang lain mengindikasi kepemilikan institusional tidak dapat memoderasi hubungan leverage terhadap manajemen laba. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan profitabilitas berpengaruh terhdap manajemen laba, semakin tinggi profitabilitas maka perusahaan akan melakukan manajemen laba guna agar ROA dapat semakin efisien sehingga dapat menarik minat investor.
- ItemFAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI MENDAPATKAN SERTIFIKASI PROFESI DI BIDANG AKUNTANSI(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-18) Sitorus, Chalvin RonaldoPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai faktorfaktor yang memengaruhi minat mahasiswa akuntansi mendapatkan sertifikasi profesi di bidang akuntansi di Jabodetabek. Variabel independen yang digunakan meliputi sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, kapabilitas, peluang karir, dan kendala. Data penelitian berasal dari kuesioner yang disebar kepada 243 mahasiswa dari universitas dengan program studi Akuntansi terbaik dan terakreditasi A di Jabodetabek. Metode pengumpulan data adalah regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS Versi 25. Penelitian menunjukkan bahwa sikap, kontrol perilaku, kapabilitas, peluang karir berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi mendapatkan sertifikasi profesi di bidang akuntansi. Namun, norma subjektif dan kendala tidak mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi mendapatkan sertifikasi profesi di bidang akuntansi. Kepercayaan diri mahasiswa akuntansi yang tinggi akan mendorong minat mahasiswa akuntansi mendapatkan sertifikasi profesi di bidang akuntansi. Pandangan mahasiswa akuntansi bahwa ada lebih banyak faktor kemudahan dalam mendapatkan sertifikasi profesional akuntansi akan menghasilkan kontrol perilaku positif yang pada akhirnya akan mendorong minat mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi profesional akuntansi. Mahasiswa akuntansi yang memiliki kapabilitas terkait pengetahuan akuntansi akan mendorong minat mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi profesional akuntansi. Pandangan mahasiswa akuntansi bahwa sertifikasi berpengaruh dalam peningkatan karier akan mendorong minat mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi profesional akuntansi.
- ItemFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAX AGGRESSIVENESS DI INDONESIA(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-18) Chandra, TittoPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti secara empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tax aggresiveness. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah leverage, company size, dan profitability. intensitas modal, intensitas persediaan, pertumbuhan penjualan dan likuiditas. Variabel dependen yang digunakan penelitian ini adalah tax aggressiveness yang diproksikan menggunakan Effective Tax Rate (ETR). Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan non-cyclicals dan cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2022. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yang menghasilkan sebanyak 58 perusahaan dengan total data sebanyak 174 data. penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda (multiple regression) dengan Tingkat signifikan 5% dan uji hipotesis. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa Leverage berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. Company size, profitability dan pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Sedangkan, intensitas modal, intensitas persediaan dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak
- ItemPENGARUH INSTITUTIONAL OWNERSHIP, PROFITABILITY DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP FIRM VALUE(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-20) Irfani, DianPenelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai apakah terdapat pengaruh dari dividend policy, institutional ownership, funding policy, firm size, investment decision, profitability, liquidity, dan activity ratio sebagai variabel independen terhadap firm value sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 111 data dari 37 perusahaan sektor consumer cyclicals dan non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2020 sampai dengan 2022. Penelitian ini menggunakan purposive sampling method dalam pemilihan sampel serta menggunakan multiple regression dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitability, dan activity ratio berpengaruh positif terhadap firm value. Variabel liquidity berpengaruh negatif terhadap firm value. Sedangkan dividend policy, institutional ownership, funding policy, firm size dan investment decision tidak berpengaruh terhadap firm value.
- ItemPENGARUH KOMITE AUDIT DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP FINANCIAL DISTRESS(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-25) EvelynTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai leverage, kapasitas operasi, ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas, dan keberadaan komite audit berperan sebagai variabel independen yang memengaruhi financial distress sebagai variabel dependen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat financial distress di perusahaan, dengan harapan bahwa temuan ini dapat menjadi landasan bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi keuangan yang lebih efisien. Penelitian menggunakan populasi perusahaan cyclical dan non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari periode tahun 2020 hingga 2022, dengan sampel terdiri dari 166 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas memiliki dampak terhadap financial distress, sementara leverage, kapasitas operasi, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan keberadaan komite audit tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap financial distress. Tingkat likuiditas yang tinggi memiliki kecenderungan untuk mengurangi risiko financial distress suatu perusahaan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimilikinya, sehingga mengurangi potensi terjadinya financial distress.
- ItemPENGARUH RASIO KEUANGAN DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN NON KEUANGAN DI INDONESIA(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-26) Santoso, Michael AdrianTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh return on equity, debt to equity ratio, current ratio, firm size, dividend payout ratio, managerial ownership, institutional ownership, dan free cash flow terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel dari seluruh perusahaan kecuali sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2022 dengan 65 perusahaan non-keuangan sebagai sampel dalam penelitian ini. Pemilihan sampel ini menggunakan metode purposive dengan jumlah data sebesar 195 dan analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on equity dan debt to equity ratio berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Return on equity yang semakin tinggi menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan laba yang semakin tinggi dan keuntungannya dapat melebihi biaya modal ekuitas sehingga memberikan kesan positif kepada pemegang saham yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Debt to equity ratio yang semakin tinggi artinya perusahaan semakin yakin dengan prospek perusahaan dan meningkatkan kedisiplinan manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan di mana hal ini membuat investor tertarik untuk membeli saham sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Variabel independen lainnya, yaitu current ratio, firm size, dividend payout ratio, managerial ownership, institutional ownership, dan free cash flow tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- ItemPENGARUH STRUKTUR MODAL DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN NON-KEUANGAN DI INDONESIA(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-26) Anastasya, Stella LewinskyDalam mengetahui kinerja perusahaan, investor perlu menganalisis nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh struktur modal, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, profitabilitas, ukuran perusahaan, kebijakan dividen, dan rasio lancar terhadap nilai perusahaan. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali sektor keuangan selama periode 3 tahun, yaitu mulai dari tahun 2020 sampai dengan 2022. Penelitian ini menggunakan purposive sampling method sebagai metode pengambilan sampel dan metode regresi berganda sebagai metode analisis data. Terdapat 65 perusahaan dan 195 data yang lolos kriteria penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal dan profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Struktur modal dan profitabilitas yang tinggi mengakibatkan investor memiliki persepsi bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan dikarenakan dengan adanya aset yang banyak namun menganggur akan berdampak buruk berupa menurunnya kinerja perusahaan yang mengakibatkan menurunnya nilai perusahaan, sedangkan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen, dan rasio lancar tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- ItemPENGARUH RASIO KEUANGAN, FIRM SIZE, CASH FLOW TERHADAP FINANCIAL DISTRESS(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-01-29) Wahyudi, Belva MonicaPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh dari rasio keuangan terhadap terjadinya financial distress pada suatu perusahaan. Beberapa rasio keuangan seperti return on asset, current ratio, debt to equity ratio, firm size, total asset turnover, working capital to total asset ratio, dan operating cash flow akan digunakan dalam penelitian ini sehingga dapat memberikan informasi terkait kondisi perusahaan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan sampel dari perusahaan yang tercatat dan bergerak dalam sektor cyclical dan non-cyclical, terdaftar secara konsisten di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020 sampai dengan tahun 2022, dan rutin mengeluarkan laporan keuangan dengan mata uang rupiah. Metode pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling method dan memperoleh sampel akhir sebanyak 179 perusahaan dengan jumlah data penelitian sebanyak 537 data. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pengujian statistik regresi berganda. Hasil penelitian yang telah diperoleh menunjukkan current ratio berpengaruh terhadap financial distress. Current ratio berfungsi mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek yang dimilikinya. Semakin tinggi nilai current ratio maka kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya jangka pendeknya dikatakan baik dan kecil kemungkinan mengalami kondisi financial distress. Variabel lainnya seperti return on asset, debt to equity ratio, firm size, total asset turnover, free cash flow, working capital to total asset ratio, dan operating cash flow tidak berpengaruh terhadap financial distress
- ItemTHE EFFECT OF BONUS MOTIVATION, FREE CASH FLOW, AND OTHER FACTORS ON EARNINGS MANAGEMENT(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-05) Natasha, AgnesThis research aims to obtain empirical evidence regarding the factors on earnings management for cyclicals and non-cyclicals companies listed in Indonesia Stock Exchange. The independent variables used in this research are bonus motivation, free cash flow, leverage, company size, sales growth, audit committee, managerial ownership, and institutional ownership on earnings management. The population of this research are cyclicals and non-cyclicals companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) with a research period of 2020-2022. The sample used in this study amounted to 66 companies with 198 data obtained from data collection techniques in the form of purposive sampling. The hypothesis testing method used in this study is the multiple regression method. The results of this study found that bonus motivation has positive effect on earnings management, meanwhile free cash flow has negative effect on earnings management. On the other hand, variables of leverage, company size, sales growth, audit committee, managerial ownership and institutional ownership have no effect on earnings management. A company who has high level of profitability will drive investors to make investments in the company and allow managers benefit personally. Therefore, they are motivated to do earnings management. On the contrary, higher institutional ownership would result in fewer accrual activities related to discretionary accounting, and higher free cash flow indicates that a business has sufficient funds to cover its operating and financial activities.
- ItemTHE INFLUENCE OF OWNERSHIP STRUCTURE ON INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-06) AngellikaThe purpose of this research is to acquire empirical evidence regarding the various factors that impact the disclosure of intellectual capital. Specifically, the study aims to examine the effects of company size, profitability, leverage, listing age, foreign ownership, government ownership, institutional ownership, managerial ownership, and block ownership on intellectual capital disclosure. The research population comprises consumer non-cyclicals and consumer cyclicals corporations that are publicly traded on the IDX between 2020 and 2022. The sampling technique utilized in this study is purposive sampling. By employing this approach, a sample of 543 data points can be obtained from one hundred eighty-one (181) consumer non-cyclical and consumer cyclical companies that satisfy the sampling criteria. Multiple regression is utilized to analyze the data in this study. Multiple regression analysis reveals that the company size, institutional ownership, managerial ownership and blockholder ownership have an influence on intellectual capital disclosure. Conversely, intellectual capital disclosure is not influenced by additional independent variables which are profitability, leverage, listing age, foreign ownership, and government ownership.
- ItemFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-06) Calvin, SherlyTujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh spesialisasi industri audit, biaya ekuitas, keahlian komite audit, kepemilikan manajerial, ukuran komite audit, konservatisme akuntansi terhadap manajemen laba yang dimoderasi oleh kepemilikan institusional terhadap pengaruh spesialisasi industri audit, biaya ekuitas, kepemilikan manajerial, dan konservatisme akuntansi terhadap manajemen laba. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor consumer non-cyclicals dan consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020 – 2022. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan tujuh kriteria yang dimana total sampel perusahaan yang diambil sebanyak 32 perusahaan dengan total data sebanyak 96 data perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda dalam menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesialisasi industri audit (AIS), biaya ekuitas (COE), kepemilikan manajerial (MO), ukuran komite audit (ACS), konservatisme akuntansi (AC), spesialisasi industri audit yang dimoderasi oleh kepemilikan institusional (AIS_IO), biaya ekuitas yang dimoderasi oleh kepemilikan institusional (COE_IO), kepemilikan manajerial yang dimoderasi oleh kepemilikan institusional (MO_IO) tidak berpengaruh terhadap manajemen laba sedangkan keahlian komite audit (ACE), konservatisme akuntansi yang dimoderasi oleh kepemilikan institusional (AC_IO) berpengaruh terhadap manajemen laba.
- ItemESOP, COMPANY CHARACTERISTICS AND OTHER FACTORS AFFECTING EARNINGS MANAGEMENT(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-07) EvelynePenelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Employee Stock Ownership Program (ESOP), leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kualitas audit, umur perusahaan, tarif pajak efektif terhadap manajemen laba. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan siklis dan nonsiklis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tiga tahun dari tahun 2020 hingga 2022. Dengan menggunakan metode purposive sampling, dipilih 43 perusahaan, dengan total data yaitu 129 data. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda untuk menganalisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ESOP dan kualitas audit berpengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan variabel lain seperti leverage, profitabilitas, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, umur perusahaan, tarif pajak efektif tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. ESOP dapat mempengaruhi manajemen laba karena pengaruh dari manajemen laba akan mencerminkan imbalan yang diterima manajemen. Sementara itu, audit yang berkualitas tinggi dapat mengurangi kemungkinan terjadinya manajemen laba karena mempunyai kemampuan dalam hal pengalaman dan prosedur yang menghalangi praktik manajemen laba.
- ItemCOMPANY CHARACTERISTICS, CORPORATE GOVERNANCE, AUDIT QUALITY, AND TAX AGGRESSIVENESS ON EARNINGS MANAGEMENT(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-12) Alfonsus, AngelicaThe purpose of this research is to provide empirical evidence about the effect of profitability, financial leverage, firm size, free cash flow, sales growth, managerial ownership, institutional ownership, board size, audit committee, audit quality, and tax aggressiveness on earnings management as the dependent variable. The data used for this research is consumer cyclical and consumer noncyclical companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2020 until 2022. Samples for this research were selected based on the purposive sampling method and resulted in 60 companies. Therefore, the data used for this research amounts to 180 data. The data obtained from these samples was analyzed using the multiple regression method. The result of this research shows that profitability, free cash flow, and sales growth have an influence on earnings management. Meanwhile, financial leverage, firm size, managerial ownership, institutional ownership, board size, audit committee, audit quality, and tax aggressiveness have no influence on earnings management.
- ItemPENGARUH PERILAKU OPORTUNISTIS, MEKANISME PENGAWASAN, DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP MANAJEMEN LABA(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-13) LorensiaPenelitian ini mempunyai tujuan untuk mengumpulkan bukti empiris apakah leverage, ukuran perusahaan, motivasi bonus, pertumbuhan penjualan, arus kas bebas, komisaris independen, dan komite audit berpengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian ini melibatkan 193 data perusahaan sektor Consumer Cyclicals dan Consumer Non-Cyclicals yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2020 hingga 2022. Secara keseluruhan, diperoleh total 65 perusahaan dengan sampel penelitian yang berjumlah 193 data. Untuk pemilihan sampel, digunakan metode purposive sampling, sementara analisis data dilakukan melalui metode regresi berganda. Hasil yang didapat mengindikasikan bahwa motivasi bonus, pertumbuhan penjualan dan arus kas bebas memengaruhi manajemen laba. Sedangkan leverage, ukuran perusahaan, komisaris independen dan komite audit tidak memengaruhi manajemen laba karena penunjukan komisaris independen dan komite audit mungkin didorong oleh kebutuhan untuk memenuhi persyaratan peraturan, bukan semata-mata untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.
- ItemTHE EFFECT OF MANAGERIAL OWNERSHIP, INSTITUTIONAL OWNERSHIP, AND OTHER FACTORS ON EARNINGS MANAGEMENT(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-13) Valeska, MichellePenelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi manajemen laba pada perusahaan consumer noncyclicals and consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel independen yang digunakan dalam peneilitian ini adalah kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, pertumbuhan penjualan, ukuran dewan komisaris, dan arus kas bebas. Populasi penelitian ini adalah Perusahaan consumer non-cyclicals and consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian 2020-2022. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 66 perusahaan dengan 198 data yang diperoleh dari Teknik pengumpulan data berupa purposive sampling. Metode pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap manajemen laba. Sebaliknya, kepemilikan institusional dan arus kas bebas memiliki pengaruh negatif terhadap manajemen laba. Selain itu, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage, pertumbuhan penjualan, dan ukuran dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Perusahaan yang memiliki laba lebih tinggi cenderung menarik investor karena perusahaan tersebut akan memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Hal ini mendorong manajemen untuk melakukan manajemen laba. Perusahaan dengan persentase kepemilikan institusional yang lebih tinggi dan jumlah arus kas bebas yang lebih besar akan mengurangi praktik manajemen laba mereka. Kepemilikan institusional yang lebih tinggi akan mengurangi discretionary accounting accrual dan jumlah arus kas bebas yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan keuangan dan operasionalnya.
- ItemPENGARUH NILAI PERUSAHAAN TERHADAP PERATAAN LABA DENGAN UKURAN PERU SAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI(Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, 2024-02-13) Sheena, DivaPenelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh variabel independen yang diuji terhadap variabel dependen. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari Kas yang Tersedia, Profitabilitas, Financial Leverage, Kebijakan Dividen, dan Nilai Perusahaan dan Ukuran Perusahaan sebagai variabel moderasi terhadap Perataan Laba. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perusahaan cyclical dan non-cyclical serta transportation dan logistic yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari periode tahun 2017 hingga 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan total sebanyak 35 perusahaan dengan total data sebanyak 105 data. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kas yang tersedia, profitabilitas, kebijakan dividen, nilai perusahaan, dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perataan laba. Financial leverage berpengaruh positif terhadap perataan laba berarti semakin tinggi financial leverage atau semakin besar utang dalam perusahaan dapat membuat semakin tinggi juga kemungkinan perusahaan melakukan perataan laba. Ukuran perusahaan tidak memoderasi pengaruh profitabilitas dan kebijakan dividen pada perataan laba sedangkan ukuran perusahaan memperlemah pengaruh financial leverage pada perataan laba.